Home / antropologi / Strategi Pengelolaan Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Suku Bajau
Strategi Pengelolaan Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Suku Bajau
Rp68.000–Rp113.000Price range: Rp68.000 through Rp113.000
Informasi Buku
Judul Buku: Strategi Pengelolaan Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Suku Bajau
Penulis :
Dr. H. Sucipto, S.Pd., M.Si., M.Hum.
Dr. Ir. Nasrullah Zamzami, S.T., M.S.
Editor : Asmalinda Sy, M.Si.
Desain Cover : Tim Daya Media Nusantara
Tata Letak : Tim Daya Media Nusantara
Tahun Terbit: 2026
Cetakan: Pertama
Jumlah Halaman: 204 halaman
Ukuran Buku: A5 (14,8 x 21 cm)
::
Untuk pemesanan, silahkan klik tombol di bawah ini:
Buku Strategi Pengelolaan Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Suku Bajau mengangkat hubungan yang erat antara manusia, budaya, dan lingkungan dalam kehidupan masyarakat bahari. Suku Bajau, sebagai komunitas pesisir yang hidup berdampingan dengan laut, memiliki sistem pengetahuan ekologis yang berkembang secara turun-temurun dan menjadi dasar dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Buku ini membahas secara komprehensif konsep kearifan lokal dalam perspektif ekologi, serta bagaimana pengetahuan tradisional masyarakat Bajau berperan dalam pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Berbagai praktik lokal seperti teknik penangkapan ikan ramah lingkungan, pemanfaatan mangrove, pengelolaan kawasan laut, hingga aturan adat konservasi menunjukkan adanya kesadaran ekologis yang kuat dalam kehidupan masyarakat.
Selain itu, buku ini mengulas strategi adaptasi masyarakat Bajau dalam menghadapi perubahan lingkungan pesisir, termasuk perubahan iklim, kerusakan ekosistem, dan tekanan modernisasi. Dibahas pula aspek kelembagaan, sistem sosial, serta peran ekonomi berbasis kearifan lokal yang mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir.
Pada bagian akhir, buku ini menawarkan model integrasi kearifan lokal ke dalam kebijakan pengelolaan lingkungan pesisir berbasis masyarakat. Pendekatan ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mempertahankan identitas budaya masyarakat Bajau.
Buku ini menjadi referensi penting bagi akademisi, peneliti, pemerhati lingkungan, serta pengambil kebijakan yang tertarik pada pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat dan pelestarian budaya maritim Indonesia.